Langsung ke konten utama

Asian Para Games 2026: Kontingen Para Panahan Indonesia Tutup Perjuangan dengan 4 Medali

 AICHI-NAGOYA — Perjuangan penuh fokus, ketenangan, dan akurasi tinggi yang ditunjukkan oleh tim nasional para panahan Indonesia membuahkan hasil manis di ajang Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Kontingen Merah Putih sukses menutup kompetisi dengan torehan total 3 medali perak dan 1 medali perunggu.  

Foto: Dok. Instagram / @npcindonesia

Capaian membanggakan ini menjadi bukti nyata ketangguhan dan semangat juang para pemanah disabilitas Indonesia dalam menghadapi persaingan ketat di tingkat Asia.  

Salah satu laga yang paling mencuri perhatian datang dari pasangan Kholidin dan Noveria Ross pada nomor ganda campuran recurve. Keduanya berhasil menyumbangkan medali perak usai tampil habis-habisan di partai final melawan pasangan tangguh asal China pada Jumat (23/10).  

Prestasi perak lainnya diukir oleh pasangan Ken Swagumilang dan Teodora Audi Ayudia Ferelly yang turun di nomor ganda campuran compound. Duet langganan podium ini mengamankan posisi kedua setelah bersaing sengit melawan pasangan asal India di babak pamungkas.  

Tambahan perolehan medali perak dan perunggu lainnya semakin melengkapi dominasi para atlet Merah Putih di lapangan panahan Aichi-Nagoya.  

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh atlet, jajaran pelatih, serta tim pendukung NPC Indonesia yang terus memberikan dedikasi terbaik demi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Savior Gabriela Pelle, Atlet Muda Panahan yang Bangkit dari Kejatuhan hingga Raih Medali Porprov Sulut 2025

Perjalanan panjang atlet panahan muda Savior Gabriela Pelle (lahir di Manado, 18 September 2007) menjadi salah satu kisah paling inspiratif di dunia panahan tanah air. Atlet yang dulu berlatih dan bertanding untuk Jambi ini akhirnya kembali ke tanah kelahirannya dan membela Kontingen Kota Manado pada Porprov Sulawesi Utara 2025, di mana ia sukses membawa pulang empat medali bergengsi. Savior mulai mengenal panahan pada Januari 2020. Awalnya, hanya kakaknya yang mengikuti latihan, namun rasa penasaran membuatnya ikut mencoba. Tidak lama kemudian pandemi Covid-19 datang, membuat latihan serba terbatas. Alat harus digunakan bergantian, dan sebagian latihan dilakukan secara mandiri. Di saat rekan-rekan latihannya sudah mencoba jarak 30–40 meter, Savior masih jauh tertinggal. Namun kondisi itu tidak membuatnya mundur. Ia melatih fisik, memperbaiki teknik, dan berlatih berjam-jam di rumah. Perlahan ia mampu mengejar ketertinggalan. Awal 2021, ia mengikuti lomba pertamanya sebuah event tingka...

Kasus Atlet Panahan Bali Berlanjut ke Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI)

  Sumber 📸 : Instagram @worldarchery Vetra Archery News – Kasus yang menimpa atlet panahan asal Bali, RM. Gusti Fazli Kertinegoro, yang sebelumnya tidak diberangkatkan ke event panahan di Gwangju, Korea Selatan, pada awal September 2025 lalu, kini resmi berlanjut ke Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI). Informasi ini disampaikan oleh Infithar Fajar Putra, ayah dari Gusti Fazli, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pengprov Perpani Bali. Dalam keterangannya di Denpasar pada Jumat (31/10/2025), Fajar Putra mengungkapkan bahwa keputusan untuk membawa kasus ini ke BAKI diambil karena adanya dugaan ketidaksesuaian dalam proses seleksi atlet menuju Pelatnas SEA Games 2025. Menurut penuturan Fajar, dalam pertemuan di sekretariat PB Perpani Jakarta pada 12 Agustus 2025, dirinya telah menyampaikan bahwa permasalahan dianggap selesai apabila atlet DIY berinisial ADP tidak diberangkatkan ke Gwangju. Namun karena ADP tetap diberangkatkan, persoalan pun berlanjut. > “Atlet AD...

Peluncuran Platform Digital "Sistem Scoring & Peringkat Panahan TJT (TJT Archery Jambi)"

Tanjung Jabung Timur, 17 Oktober 2026 – Perkembangan olahraga panahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur kini semakin didukung oleh hadirnya inovasi berbasis teknologi digital. Terhitung mulai tanggal 17 Oktober 2026, platform mandiri pemeringkatan dan dokumentasi panahan, TJT Archery Jambi , telah dirilis secara publik dan dapat diakses melalui panahantanjabtimur.netlify.app . Inisiatif pengembangan sistem berbasis web ini dimotori oleh Mufid Yulianto sebagai Digital Presence Developer , yang dihadirkan sebagai wadah digital untuk mempermudah pencatatan skor latihan, transparansi informasi, serta pendokumentasian rekam jejak prestasi para atlet panahan Tanjabtim secara terpusat. Melalui platform ini, masyarakat, pencinta olahraga, serta pemerhati panahan dapat dengan mudah mengakses: Informasi pencapaian medali dan riwayat kejuaraan yang telah diraih para atlet. Pembaruan data skor latihan serta pemeringkatan internal secara berkala. Hadirnya platform ini diharapkan dapat membantu me...