Langsung ke konten utama

Kasus Atlet Panahan Bali Berlanjut ke Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI)


 
Sumber 📸 : Instagram @worldarchery


Vetra Archery News – Kasus yang menimpa atlet panahan asal Bali, RM. Gusti Fazli Kertinegoro, yang sebelumnya tidak diberangkatkan ke event panahan di Gwangju, Korea Selatan, pada awal September 2025 lalu, kini resmi berlanjut ke Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI).


Informasi ini disampaikan oleh Infithar Fajar Putra, ayah dari Gusti Fazli, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pengprov Perpani Bali. Dalam keterangannya di Denpasar pada Jumat (31/10/2025), Fajar Putra mengungkapkan bahwa keputusan untuk membawa kasus ini ke BAKI diambil karena adanya dugaan ketidaksesuaian dalam proses seleksi atlet menuju Pelatnas SEA Games 2025.


Menurut penuturan Fajar, dalam pertemuan di sekretariat PB Perpani Jakarta pada 12 Agustus 2025, dirinya telah menyampaikan bahwa permasalahan dianggap selesai apabila atlet DIY berinisial ADP tidak diberangkatkan ke Gwangju. Namun karena ADP tetap diberangkatkan, persoalan pun berlanjut.


> “Atlet ADP sebenarnya tidak lolos seleksi Pelatnas SEA Games 2025. Ia ikut seleksi tahap kedua dan berada di peringkat ke-7, sedangkan anak saya, Gusti Fazli, berada di posisi ke-3,” ujar Fajar.


Dari delapan atlet yang mengikuti seleksi tahap kedua, hanya empat yang berhak masuk tim Pelatnas, namun ADP yang berada di luar peringkat tersebut justru tetap dipanggil. Hal inilah yang kemudian dianggap sebagai bentuk penyalahgunaan kewenangan oleh oknum pengurus PB Perpani.


Fajar menilai kejadian ini berpotensi merusak sistem seleksi yang seharusnya menjadi contoh bagi seluruh Pengprov maupun Pengkab/Kota Perpani di Indonesia.


> “Kalau atlet yang tidak lolos seleksi bisa tetap masuk tim nasional, bagaimana kita bisa menegakkan prinsip sportivitas? Ini bisa menjadi preseden buruk bagi sistem pembinaan olahraga kita,” tegasnya.


Ia juga menambahkan bahwa panahan merupakan cabang olahraga yang sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas. Oleh karena itu, setiap bentuk manipulasi atau pelanggaran dalam proses seleksi harus disikapi dengan tegas agar tidak merusak sistem yang sudah terbangun.


Kasus ini kini tengah ditangani oleh Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) untuk mendapatkan penyelesaian secara hukum dan administratif sesuai regulasi yang berlaku di dunia olahraga nasional.



---


📎 Sumber berita asli:

Bali Factual News – “Kasus Atlet Bali Berlanjut ke BAKI”, 31 Oktober 2025

(https://balifactualnews.com)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Savior Gabriela Pelle, Atlet Muda Panahan yang Bangkit dari Kejatuhan hingga Raih Medali Porprov Sulut 2025

Perjalanan panjang atlet panahan muda Savior Gabriela Pelle (lahir di Manado, 18 September 2007) menjadi salah satu kisah paling inspiratif di dunia panahan tanah air. Atlet yang dulu berlatih dan bertanding untuk Jambi ini akhirnya kembali ke tanah kelahirannya dan membela Kontingen Kota Manado pada Porprov Sulawesi Utara 2025, di mana ia sukses membawa pulang empat medali bergengsi. Savior mulai mengenal panahan pada Januari 2020. Awalnya, hanya kakaknya yang mengikuti latihan, namun rasa penasaran membuatnya ikut mencoba. Tidak lama kemudian pandemi Covid-19 datang, membuat latihan serba terbatas. Alat harus digunakan bergantian, dan sebagian latihan dilakukan secara mandiri. Di saat rekan-rekan latihannya sudah mencoba jarak 30–40 meter, Savior masih jauh tertinggal. Namun kondisi itu tidak membuatnya mundur. Ia melatih fisik, memperbaiki teknik, dan berlatih berjam-jam di rumah. Perlahan ia mampu mengejar ketertinggalan. Awal 2021, ia mengikuti lomba pertamanya sebuah event tingka...

Indonesia Kirim 4 Atlet ke “24th Asian Archery Championships 2025” di Dhaka, Bangladesh

  Sumber 📸: Instagram @rezzaoktavia Jakarta, November 2025 — Indonesia akan menurunkan empat atlet panahan ke ajang 24th Asian Archery Championships 2025, yang berlangsung di Dhaka, Bangladesh, pada tanggal 8–14 November 2025.  Keempat atlet yang dikirim terdiri dari dua di divisi Recurve dan dua di divisi Compound: Recurve: Riau Ega Agata Salsabilla dan Rezza Octavia Compound: Sostar Andaru Rinaldi dan Yurike Nina Bonita Pereira Ajang yang bertempat di ibu kota Bangladesh tersebut merupakan kompetisi tingkat Asia di bawah naungan World Archery Asia. Lokasi spesifik kompetisi terdata di Dhaka, yang menjadi titik penting bagi olahraga panahan di Asia Tenggara dan Asia Selatan.  Keberangkatan tim Indonesia ke Dhaka disambut harapan besar untuk mendapat pengalaman internasional dan meningkatkan kualitas kompetisi atlet-panahan negara. Masing-masing atlet akan bersaing di nomor individu dan beregu campuran sesuai kategori Recurve dan Compound. Dengan persiapan matang dan du...