Langsung ke konten utama

Savior Gabriela Pelle, Atlet Muda Panahan yang Bangkit dari Kejatuhan hingga Raih Medali Porprov Sulut 2025



Perjalanan panjang atlet panahan muda Savior Gabriela Pelle (lahir di Manado, 18 September 2007) menjadi salah satu kisah paling inspiratif di dunia panahan tanah air. Atlet yang dulu berlatih dan bertanding untuk Jambi ini akhirnya kembali ke tanah kelahirannya dan membela Kontingen Kota Manado pada Porprov Sulawesi Utara 2025, di mana ia sukses membawa pulang empat medali bergengsi.

Savior mulai mengenal panahan pada Januari 2020. Awalnya, hanya kakaknya yang mengikuti latihan, namun rasa penasaran membuatnya ikut mencoba. Tidak lama kemudian pandemi Covid-19 datang, membuat latihan serba terbatas. Alat harus digunakan bergantian, dan sebagian latihan dilakukan secara mandiri. Di saat rekan-rekan latihannya sudah mencoba jarak 30–40 meter, Savior masih jauh tertinggal.

Namun kondisi itu tidak membuatnya mundur. Ia melatih fisik, memperbaiki teknik, dan berlatih berjam-jam di rumah. Perlahan ia mampu mengejar ketertinggalan.

Awal 2021, ia mengikuti lomba pertamanya sebuah event tingkat Sumatra. Meski hasilnya belum memuaskan, ia memilih bangkit dan terus berlatih. Tetapi pada pertengahan 2021, kejenuhan melanda. Tembakan sering berantakan, alat rusak, frustrasi menumpuk, hingga akhirnya ia berhenti empat bulan penuh dan tidak menyentuh busur sama sekali.

Pada awal 2022, pelatih kembali menawarinya kesempatan mengikuti seleksi Kejurnas panahan Yogyakarta. Savior bangkit dan kembali berlatih dari nol. Busur 32 lbs yang dulu terasa ringan kini sangat berat, namun ia beradaptasi sedikit demi sedikit. Meski belum mendapatkan medali di Kejurnas, mentalnya terbentuk dan kepercayaan dirinya tumbuh kembali. Di tahun yang sama, ia meraih Juara 1 Eliminasi Individu Putri pada sebuah event antar klub.

Tahun 2023 menjadi masa paling sulit dalam perjalanan kariernya. Savior datang dengan rasa percaya diri tinggi karena sudah terbiasa menembak di jarak 40 meter. Namun pada sebuah event yang menggunakan jarak 20 meter dan berlangsung bertepatan dengan perayaan Natal kepercayaan diri itu justru berbalik menjadi tekanan. Hasilnya, ia harus menerima kekalahan pahit. Sejak saat itu performanya menurun, dan rangkaian hasil kurang memuaskan terus berlanjut sepanjang tahun, termasuk pada ajang Porprov Jambi. Savior sempat merasa tertinggal dari yang lain dan terus dihantui rasa gagal.

Namun dukungan dari orang-orang terdekat terutama Rifa, Ratri, Cania, dan Tasya membuatnya perlahan bangkit. Ia memperbaiki diri, kembali tekun berlatih, dan membangun ulang mental bertanding.

Puncak kebangkitannya terjadi pada Juli 2024, ketika ia menjuarai Piala Kapolres Tebo 2024, sebuah kemenangan yang sangat emosional bagi dirinya. Tidak lama setelah itu, ia mendapat tawaran dari seorang pelatih di Manado untuk membela Kota Manado pada Porprov Sulawesi Utara.

Kesempatan itu ia terima dengan penuh syukur. Savior pun terbang dari Jambi ke Jakarta, lalu melanjutkan perjalanan ke Manado untuk memulai babak baru dalam kariernya.

Berbulan-bulan berlatih di Manado membuat teknik dan kepercayaan dirinya kembali tumbuh. Ia menjalani program latihan yang lebih terarah, sekaligus beradaptasi dengan lingkungan dan tim baru. Meski sempat datang sebagai "pendatang", Savior cepat menyatu karena dukungan kuat dari para pelatih serta teman-temannya yang selalu menyemangati di setiap sesi latihan.

Kerja keras itu akhirnya terbayar di Porprov Sulawesi Utara 2025. Tampil sebagai wakil Kota Manado, Savior menunjukkan raihan prestasi luar biasa.


Prestasi Savior di Porprov Sulut 2025 (Kontingen Kota Manado) 

Pada Porprov Sulawesi Utara 2025, Savior tampil luar biasa dan berhasil meraih:

๐Ÿ… Emas – Recurve Individu Putri
๐Ÿ… Emas – Recurve Beregu Putri
๐Ÿฅˆ Perak – Standard Nasional U20 Beregu Putri
๐Ÿฅ‰ Perunggu – Standard Nasional U20 Individu Putri

Raihan empat medali ini menjadi bukti ketekunan dan mental juaranya, sekaligus menandai kebangkitannya setelah melewati masa-masa sulit.

Komentar

  1. Yang pasti aku bangga, gak nyangka seorang Abel bisa seluar biasa ini sekarang. Tetap andalkan Tuhan ya beeelll, mbak selalu dukung

    BalasHapus
  2. proud of you sayangku ๐Ÿ’—

    BalasHapus
  3. Congratulations ya cantik tetap semangat ya

    BalasHapus
  4. Kerennnnn Abel๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘
    Semangatttt dan sukses teruss yaa bel

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Atlet Panahan Bali Berlanjut ke Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI)

  Sumber ๐Ÿ“ธ : Instagram @worldarchery Vetra Archery News – Kasus yang menimpa atlet panahan asal Bali, RM. Gusti Fazli Kertinegoro, yang sebelumnya tidak diberangkatkan ke event panahan di Gwangju, Korea Selatan, pada awal September 2025 lalu, kini resmi berlanjut ke Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI). Informasi ini disampaikan oleh Infithar Fajar Putra, ayah dari Gusti Fazli, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pengprov Perpani Bali. Dalam keterangannya di Denpasar pada Jumat (31/10/2025), Fajar Putra mengungkapkan bahwa keputusan untuk membawa kasus ini ke BAKI diambil karena adanya dugaan ketidaksesuaian dalam proses seleksi atlet menuju Pelatnas SEA Games 2025. Menurut penuturan Fajar, dalam pertemuan di sekretariat PB Perpani Jakarta pada 12 Agustus 2025, dirinya telah menyampaikan bahwa permasalahan dianggap selesai apabila atlet DIY berinisial ADP tidak diberangkatkan ke Gwangju. Namun karena ADP tetap diberangkatkan, persoalan pun berlanjut. > “Atlet AD...

Indonesia Kirim 4 Atlet ke “24th Asian Archery Championships 2025” di Dhaka, Bangladesh

  Sumber ๐Ÿ“ธ: Instagram @rezzaoktavia Jakarta, November 2025 — Indonesia akan menurunkan empat atlet panahan ke ajang 24th Asian Archery Championships 2025, yang berlangsung di Dhaka, Bangladesh, pada tanggal 8–14 November 2025.  Keempat atlet yang dikirim terdiri dari dua di divisi Recurve dan dua di divisi Compound: Recurve: Riau Ega Agata Salsabilla dan Rezza Octavia Compound: Sostar Andaru Rinaldi dan Yurike Nina Bonita Pereira Ajang yang bertempat di ibu kota Bangladesh tersebut merupakan kompetisi tingkat Asia di bawah naungan World Archery Asia. Lokasi spesifik kompetisi terdata di Dhaka, yang menjadi titik penting bagi olahraga panahan di Asia Tenggara dan Asia Selatan.  Keberangkatan tim Indonesia ke Dhaka disambut harapan besar untuk mendapat pengalaman internasional dan meningkatkan kualitas kompetisi atlet-panahan negara. Masing-masing atlet akan bersaing di nomor individu dan beregu campuran sesuai kategori Recurve dan Compound. Dengan persiapan matang dan du...